Adanyaketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. 10. Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Oleh Dr. Ir. Vina Serevina, Fitria Handayani, UNJ 2022Dalam bahasa Yunani, pendidikan berasal dari kata padegogik yang berarti ilmu menuntun anak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, pendidikan ialah proses pengubahan suatu sikap dan tata laku seseorang maupun kelompok dalam upaya pendewasaan yang diwujudkan dalam suatu pengajaran maupun pelatihan. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan merupakan suatu daya upaya yang dilakukan untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, guna memajukan kesempurnaan hidup yang selaras dengan alam dan masyarakat Nurkholis, 2013. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu daya upaya yang dilakukan guna menyiapkan seseorang atau kelompok melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, maupun pelatihan sikap dan tata laku untuk mencapai kedewasaannya sehingga ia mampu melaksanakan tugasnya sendiri tanpa bantuan orang lain di masa yang akan datang. Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia, oleh karenanya pendidikan bisa kita anggap sebagai salah satu kebutuhan primer atau mendasar. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikannya dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki didalamnya. Dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea 4, tertera jelas bahwa salah satu tujuan didirikannya Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dimana hal tersebut dapat tercapai dengan adanya pendidikan. Menurut Undang-undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang artinya negara mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak atas pendidikan warga negaranya tanpa terkecuali. Namun pada kenyataannya, masih banyak warga negara yang belum mendapatkan hak untuk merasakan pendidikan sebagaimana mestinya. Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya adalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak semua orang bisa mendapatkannya. Padahal, pendidikan berperan penting dalam mempersiapkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia SDM yang handal Alpian, dkk., 2019.Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penyebab dari mahalnya biaya pendidikan di Indonesia serta dampaknya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia itu sendiri. Dengan adanya artikel ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca mengenai pentingnya pendidikan di Indonesia sehingga dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama untuk membangun negara yang lebih baik lagi mengapa pendidikan di Indonesia begitu mahal harganya dan bagaimana dampaknya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia?Pendidikan dikatakan semakin mahal ketika meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua sehingga seakan-akan sekolah diprivatisasikan Nurhadi, 2006. Hal ini juga memicu adanya diskriminasi dalam pendidikan itu sendiri. Dimana tidak semua kalangan bisa mendapatkannya. Bagi masyarakat yang berada di kalangan ekonomi menengah ke bawah, mahalnya biaya pendidikan membuat para orang tua harus berpikir ulang untuk melanjutkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Beberapa dari mereka bahkan harus putus sekolah dengan alasan tersebut. Padahal pendidikan merupakan hak asasi dasar dimana seharusnya semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali bisa merasakannya. Beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya biaya pendidikan di Indonesia diantaranya Kurangnya dukungan dan subsidi pemerintah;Tidak ada standarisasi biaya operasional sekolah;Anggaran pembiayaan sekolah yang tidak efektif dan efisien;Kurangnya kesejahteraan guru;Kurangnya demokratisasi dan transparansi pengelolaan sekolah;Lemahnya pengawasan dan pengontrolan pungutan biaya sekolah dari pemerintah Idris, 2010. Sumber Kualitas pendidikan Indonesia juga berada pada kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan survei dari Political and Economic Risk Consultant PERC, Indonesia menempati urutan ke-12 dari 12 negara di Asia dalam hal kualitas pendidikan dibawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia 2000, Indonesia memiliki daya saing yang rendah dan hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Sedangkan menurut data Balitbang 2003 bahwa di Indonesia hanya delapan sekolah dari SD yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program PYP, hanya delapan sekolah dari SMP yang mendapat pengakuan dalam kategori The Middle Years Program MYP, dan tujuh sekolah dari SMA saja yang mendapat pengakuan dalam kategori The Diploma Program DP Sedya, 2016.Selain itu, mahalnya biaya pendidikan juga berdampak pada penurunan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dalam membangun kualitas dan standar Sumber Daya Manusia yang ada di Indonesia guna membangun Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang. Jika hak untuk mendapatkan pendidikan itu sendiri terhalang karena masalah biaya, bukankah ini juga akan berdampak pada menurunnya kualitas Sumber Daya Manusianya?Dengan zaman yang semakin berkembang, dibutuhkan generasi-generasi dengan standar tertentu yang mampu beradaptasi menghadapi hal tersebut, sehingga kelak akan mampu bersaing baik secara nasional maupun internasional dan akan membawa Indonesia kearah kemajuan. Dan untuk mewujudkannya pendidikan merupakan sektor yang paling biaya pendidikan memang merupakan masalah klasik yang tak pernah selesai. Tidak ada satu individu pun yang dari dirinya sendiri mampu membiayai kebutuhan pendidikan. Untuk itu, peran negara sebagai garda terdepan dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Negara dapat berperan efektif mengurangi mahalnya biaya pendidikan jika kebijakan politik pendidikan yang berlaku memiliki semangat melindungi rakyat miskin tanpa pendidikan. Jika semangat "mengeruk kekayaan dan mementingkan diri sendiri" masih ada, maka akan sulit untuk mengeluarkan rakyat miskin dari kebodohan dan keterpurukan. Selain itu, negara juga harus menyadari bahwa pendidikan merupakan elemen penting yang paling utama yang harus diberi alokasi anggaran yang memadai. Karena perlu disadari bahwa salah satu penyebab dari kurangnya kecerdasan bangsa, belum majunya kebudayaan nasional dan belum sejahtera ya kehidupan rakyat secara berkeadilan merupakan dampak dari rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia yang ada Rida Fironika K., 2005.Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa mahalnya biaya pendidikan dapat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia. Dimana semakin mahal biaya pendidikan dapat menyebabkan permasalahan baru yang berdampak pada menurunnya kualitas Sumber Daya Manusia itu sendiri. Pemerintah diharapkan dapat berkomitmen agar tidak lepas tangan dalam menangani hal tersebut. Kesadaran akan pentingnya pendidikan harus dimiliki para penyelenggara agar lebih memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia melalui sektor pendidikan. Karena, pendidikan merupakan aspek fundamental untuk meningkatkan kualitas rakyat. Melalui pendidikan, manusia diupayakan dapat memiliki kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Sehingga diharapkan dapat terciptanya Sumber Daya Manusia unggul yang membawa Indonesia ke arah kemajuan. DAFTAR PUSTAKA 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Diantara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi kita.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan merupakan suatu sub bahasan yang tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Pendidikan sendiri merupakan suatu aspek penting bagi seseorang untuk dapat mengembangkan diri. Bahkan dalam menempuh sebuah pendidikan tidak cukup hanya menghabiskan setahun, dua tahun. Butuh berpuluh-puluh tahun bahkan bisa saja seumur hidup kita untuk mengemban sebuah pendidikan. Di Indonesia sendiri sudah diterapkan wajib belajar selama 12 tahun, yang mana semua warga negara Indonesia setidaknya harus lulus jenjang pendidikan setingkat SD sampai dengan SMA. Tapi apakah program wajib belajar tersebut terpenuhi? Tidak, pada kenyataannya, masih sangat banyak warga negara Indonesia yang tidak bisa mendapatkan indahnya proses pembelajaran dikarenakan faktor biaya. Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia masih saja menjadi masalah sampai saat ini. Jadi, mengapa biaya pendidikan di Indonesia begitu mahal?Ada beberapa faktor yang dapat menjadikan besarnya biaya pendidikan yang ada di Indonesia. Beberapa faktor tersebut diantara lainKurangnya dukungan serta subsidi dari pemerintahTidak adanya standarisasi biaya operasional sekolahAnggaran pembiayaan sekolah yang tidak efektif dan efisienKurangnya kesejahteraan guruKurangnya demokratisasi dan transparasi pengelolaan sekolahSerta lemahnya pengawasan dan pengontrolan pungutan biaya sekolah dari pemerintah Setelah adanya pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia pun tak luput terkena dampaknya. Terjadi perlambatan ekonomi karena pandemi yang terjadi. Terlepas dari itu semua biaya pendidikan di Indonesia tetap mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik BPS menyatakan kenaikan rata-rata biaya pendidikan Indonesia dapat mencapai 15 - 20% di setiap tahunnya. Mengutip juga dari survey HSBC mengenai biaya pendidikan yang dikeluarkan pada 2018, yang mana hasilnya Indonesia masuk ke dalam 15 besar negara dengan biaya pendidikan termahal. Dalam data tersebut Indonesia duduk di peringkat ke 13 dengan rata-rata biaya pendidikan yang dihabiskan sejak sekolah dasar hingga sarjana sebesar Rp Sedangkan mengatakan bahwa untuk kisaran ekonomi menengah, total rata-rata uang muka sekolah swasta dari bangku TK hingga perguruan tinggi mencapai Rp 187,5 juta di tahun 2020 laporan tersebut, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi LTMPT, Ravik Karsidi mengatakan, angka tersebut tidak dapat selalu dijadikan acuan. Karena perbedaan biaya pendidikan di masing-masing negara dapat diukur dari tingkat daya beli pada dasarnya jika kita menginginkan pendidikan yang bermutu pastinya tidak mungkin memakan biaya yang sedikit, atau lebih tepatnya tidak mungkin murah apalagi gratis. Tetapi pada dasarnya siapakah yang seharusnya membayarnya? Tentu saja, pada hakikatnya pemerintahlah yang sebenarnya berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan. Terutama masyarakat di kalangan bawah, harusnya ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Akan tetapi kenyataannya pemerintah masih saja kurang maksimal dalam mengembangkan pemerataan dana dari itu, ada baiknya kita sebagai calon dari orang tua hendaknya sudah menyiapkan sejak sedini mungkin perihal biaya pendidikan anak kita kelak. kita bisa memulainya dengan mencari informasi seputar biaya pendidikan di Indonesia, lalu bisa memulainya dengan berinvestasi ataupun mulai menabung yang mana tabungan tersebut nantinya khusus untuk biaya pendidikan anak, serta bisa juga dengan mencari asuransi seputar pendidikan. Dan dimulai dari yang terdekatnya ialah kita bisa mulai merubah gaya hidup dari yang konsumtif dan sering berbelanja menjadi mengutamakan prioritas yang terpenting. Lihat Pendidikan Selengkapnya
Penyebabrendahnya mutu pendidikan yang akan kami paparkan kali ini adalah masalah pemerataan pendidikan, masalah mutu pendidikan, masalah efesiensi pendidikan, dan masalah relevansi pendidkan. Masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi kita. Sebenarnya harga pendidikan di Indonesia relatif lebih randah
Biaya pendidikan tahun ajaran baru selalu meningkat terus. Padahal setiap anak di Indonesia memiliki hak yang sama untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu saat ini Indonesia sudah memiliki peraturan UU nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang ini dikatakan anak berusia 7-15 tahun berhak untuk mendapatkan pendidikan minimal pada jenjang dasar tanpa adanya pungutan biaya karena seluruh biaya ditanggung pemerintah. Tetapi ternyata kenyataannya berbeda, karena masih banyak biaya yang diminta dengan berbagai macam alasan, seperti uang buku, uang seragam dan lain-lain. Malah di sekolah-sekolah Swasta masih membebankan biaya pendidikan dalam bentuk lain dengan alasan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Lalu apa saja penyebab lain yang menyebabkan biaya pendidikan tahun ajaran baru di Indonesia terus meningkat?, ulasannya sebagai berikut Permintaan dan Ketersediaan tidak seimbang Beginilah hukum ekonomi yang berlaku, dimana permintaan semakin banyak sementara produknya sedikit, dan itulah yang membuat biaya semakin naik. Setiap tahun banyak anak yang ingin mendapatkan sekolah yang terbaik, namun instansi pendidikan yang memiliki kualitas terbaik masih belum banyak jumlahnya. Akibatnya sekolah-sekolah bagus menjadi rebutan dan membuat biaya untuk masuk menjadi semakin besar. Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Selain itu disebabkan adanya penerapan MBS atau Manajemen Berbasis Sekolah. Prinsipnya MBS adalah pemberian hak otonomi dari pemerintah ke Komite Sekolah untuk menentukan pengelolaan dana yang diterima dari pemerintah untuk kepentingan pendidikan yang berlangsung di sekolah tersebut. Tetapi nyatanya, banyak praktek MBS tidak pada tempatnya. Komite Sekolah anggota-anggotanya sebenarnya adalah orang-orang yang dianggap punya kuasa dan tidak mewakili kepentingan keluarga siswa yang biaya yang sering diminta adalah biaya untuk pasang AC, biaya pasang CCTV dan biaya perpisahan. Seringkali yang tidak setuju juga akhirnya mengikuti dengan berat hati karena tidak mau anaknya nanti terkucil dari teman-temannya. Perubahan status pendidikan Pemerintah mengeluarkan RUU tentang Badan Hukum Pendidikan yang kemudian berdampak menjadi semakin tingginya biaya pendidikan tahun ajaran baru terutama untuk sekolah-sekolah favorit. Karena peraturan ini pula, perguruan tinggi saat ini berstatus Badan Hukum Milik Negara di mana tanggung jawab pendidikan berpindah tangan dari pemerintah ke pemilik badan hukum tersebut. Ini juga yang menyebabkan biaya perguruan tinggi favorit semakin melambung tinggi. Kondisi perekonomian Indonesia Selain itu tingginya biaya pendidikan tahun ajaran baru juga tidak lepas dari kondisi ekonomi kita yang katanya cukup stabil, tetapi kenyataan sebenarnya semua harga-harga pada naik. Kenaikan ini adalah hasil dari melemahnya nilai rupiah dimata dunia. Kondisi perekonomian yang belum stabil membuat pemerintah banyak melakukan privatisasi pada sektor pendidikan demi meringankan beban hutang negara pada APBN. Ada beberapa alternatif cara yang bisa dijadikan solusi guna mempersiapkan biaya sekolah, dan cara ini dipastikan tidak akan mengganggu kebutuhan keuangan lainnya AXA memberikan produk Asuransi Pendidikan Terbaik Smart Kidz AXA yang memberikan perlindungan masa depan buah hati tercinta Keuntungan mempunyai Asuransi Pendidikan SmartKIdz ini adalah memberikan perlindungan masa depan pendidikan dengan memberikan Pengembalian seluruh Premi Dasar dan Premi Top Up Berkala sejak awal setor sampai dengan akhir kontrak apabila terjadi resiko CAcat Tetap Total ataupun Tutup Usia pada sang pencari nafkah – Dana Investasi yang dapat ditarik kapan saja – Bonus Loyalti untuk menambah Dana Investasi Anda – Santunan warisan dan Dana Investasi yang terbentuk Berikan kepastian dan kelangsungan tercapainya cita cita buah hati tercinta dengan memiliki Asuransi Pendidikan Terbaik SmartKids AXA. Ingat sekolah Ingat AXA. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi Emayani AXA Center jl. Polisi Istimewa 32-38 Surabaya Hp /WA 081 235 99926
Faktorutama yang menyebabkan kualitas guru di Indonesia rendah adalah kurang maksimalnya manajemen sumber daya manusia dalam perekrutan guru.9 Jun 2021 Apa penyebab rendahnya kompetensi guru? Diantaranya adalah guru tidak memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai, rendahnya minat untuk mengembangkan diri, masih ada guru yang nyambi, dan
Jakarta - Bicara pendidikan tidak luput dari bicara biayanya juga. Bayar sekolah menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi, bahkan tidak salah kalau kita sebut jadi kebutuhan masyarakat yang masih menilai bahwa pendidikan di Indonesia masih tergolong cukup mahal. Mulai dari sekolah dasar hingga bangku kuliah banyak keluhan mahalnya pendidikan di seberapa mahal kah pendidikan di Indonesia bila dibandingkan dengan negara lain? detikFinance nengutip survey HSBC mengenai biaya pendidikan yang dikeluarkan pada 2018 yang lalu. Pada survey tersebut memang Indonesia masuk ke dalam 15 besar negara dengan biaya termahal. Survey tersebut menghimpun dana pendidikan rata-rata mulai dari sekolah paling dasar hingga tamat pendidikan tinggi dan dapat gelar sarjana di berbagai daftar tersebut Indonesia duduk di posisi ke 13 dengan rata-rata biaya pendidikan yang dihabiskan sejak sekolah dasar hingga sarjana sebesar US$ atau sebanding dengan Rp pada kurs Rp biaya pendidikan Indonesia justru lebih murah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di Asia menjadi negara tetangga yang menduduki peringkat tertinggi, rataan biaya pendidikan disana berkisar sekitar US$ setara dengan Rp Negara ini menduduki posisi ke 3 dalam daftar ada Malaysia, negara yang cuma berbatasan daratan dengan Indonesia ini menduduki posisi ke 8. Negara ini, memiliki rataan biaya pendidikan sebesar US$ atau berkisar Rp lebih murah dari negara tetangga, biaya pendidikan Indonesia cukup mahal bila dibanding Prancis. Negara semaju Prancis menduduki peringkat terakhir dengan biaya pendidikan berkisar diantara US$ atau berkisar Rp ini daftar 15 negara dengan biaya pendidikan yang besar,1. Hong Kong US$ Uni Emirat Arab US$ Singapura US$ Amerika Serikat US$ Taiwan US$ Cina US$ Australia US$ Malaysia US$ Inggris US$ Meksiko US$ Kanada US$ India US$ Indonesia US$ Mesir US$ Prancis US$ Video Anies Hardiknas Momen Review Komitmen Majukan Pendidikan[GambasVideo 20detik] Simak Video "Alasan Jokowi dan Luhut Pakai Jasa Bule untuk Awasi Proyek IKN" [GambasVideo 20detik] dna/dna
Kualitaspendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas, efisiensi, dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. Masalah-masalah lainya yang menjadi penyebabnya yaitu: (1).
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Sedangkan menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang terus menerus abadi dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada Tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia. Seperti yang kita tahu bahwa dunia pendidikan di Indonesia saat ini masih mengalami kelemahan. Kelemahan tersebut disebabkan karna pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia akan tetapi pada kenyataannya pendidikan tidak memanusiakan manusia. Pendidikan menjadi modal awal untuk mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas akan tetapi permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini adalah biaya pendidikan yang semakin mahal sehingga tidak dapat dijangkau oleh masyarakat bawah. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak TK hingga Perguruan Tinggi membuat masyarakat bawah miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Untuk masuk pendaftaran sekolah saja orangtua harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Walaupun pemerintah sudah menghapus biaya pendidikan sampai jenjang SMA namun masih ada dana yang harus dikeluarkan oleh orang tua siswa. Yang katanya di SMA negeri itu gratis hanya membayar uang seragam akan tetapi orang tua siswa harus membayar uang mutu pendidikan, uang gedung, dlsb. Lantas bagaimana nasib masyarakat kalangan bawah yang tidak mendapatkan bantuan biaya dari Pemerintah, apakah hanya bermodalkan niat saja untuk mencapai pendididkan yang tinggi ? masa depannya pun belum terjamin. Banyak anak- anak di Indonesia yang putus sekolah bahkan tidak bersekolah karena alasan ekonomi. Mereka menghabiskan kesehariannya dengan mencari uang untuk biaya kehidupan sehari-hari yang seharusnya dilakukan oleh orangtua mereka namun karena alasan ekonomi mereka dituntut akan hal tersebut. Semakin mahalnya biaya pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem MBS Manajemen Berbasis Sekolah yang realitanya dimaknai sebagai upaya untuk mobilisasi dana. Sehingga dibentuklah komite sekolah dan segala bentuk pungutan uang sekolah lebih teratur. Namun, pada tingkat implementasinya, tidak trasparan karena biasanya yang dipilih untuk menjadi komite sekolah adalah orang-orang yang dekat dengan kepala sekolah. Dan munculnya Badan Hukum Milik Negara BHMN berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa perguruan tinggi favorit. Akibatnya akses pendidikan masyarakat kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatas dan semakin terkotak-kotak berasarkan status sosial antara yang kaya dan miskin. Solusi yang bisa dilakukan untuk menangani permasalahan tersebut yakni pertama dengan mengubah sistem- sistem yang berkaitan dengan sistem pendidikan, kedua meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, terutama dalam pendanaan pendidikan, ketiga mengganti sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang harus menaggung segala pembiayaan pendidikan negara. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Masalahmahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi kita. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia juga tentu tidah hanya sebatas yang kami bahas di atas. Banyak hal yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan kita. Tentunya hal seperti itu dapat kita temukan jika kita menggali lebih dalam akar permasalahannya.
Education is a very important thing for human life. With education, people get many things like natural science, social life, behavior, character building, and much more. However, today the cost of education in Indonesia is very expensive. Not all students are able to pay, and many students ultimately decide not to continue their studies. This situation affects the perception that only the rich alone who get a good educational facilities, inversely proportional to people with low economic just get enough facilities. The high cost of this education has a bad impact on society, the government, schools and parents should work together to get the best solution to this problem. This article will discuss the consequences of the high cost of education in Indonesa and solutions to solve the problem. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free MAHALNYA BIAYA PENDIDIKAN_________________________________________________________________Esti Labda Palupi292017166 labdapalupi Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya WacanaABSTRACTEducation is a very important thing for human life. With education, people get many thingslike natural science, social life, behavior, character building, and much more. However,today the cost of education in Indonesia is very expensive. Not all students are able to pay,and many students ultimately decide not to continue their studies. This situation affects theperception that only the rich alone who get a good educational facilities, inverselyproportional to people with low economic just get enough facilities. The high cost of thiseducation has a bad impact on society, the government, schools and parents should worktogether to get the best solution to this problem. This article will discuss the consequences ofthe high cost of education in Indonesa and solutions to solve the Education, high cost of education, the impact of high cost of education, solutionto overcome the high cost of adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Denganpendidikan, manusia mendapat banyak hal seperti ilmu pengetahuan alam, kehidupan sosial,perilaku, pembangunan karakter, dan masih banyak lagi. Namun, sekarang ini biayapendidikan di Indonesia sangatlah mahal. Tidak semua siswa mampu membayar, dan banyaksiswa yang pada akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya. Keadaan inimembuat suatu persepsi dalam masyarakat bahwa hanya orang-orang yang berekonomitinggi saja yang mendapatkan fasilitas pendidikan yang baik, berbanding terbalik denganorang-orang yang berekonomi rendah hanya mendapat fasilitas secukupnya. Mahalnya biayapendidikan ini mempunyai dampak yang buruk bagi masyarakat, pihak pemerintah, sekolah serta orang tua haruslah bekerja sama untuk mendapatkan solusi terbaik untuk masalah ini akan membahas akibat-akibat dari mahalnya biaya pendidikan di Indonesa dansolusi-solusi untuk mengatasi masalah kunci Pendidikan, mahalnya biaya pendidikan, dampak mahalnya biaya pendidikan,solusi mengatasi mahalnya biaya bermutu itu mahal. Kalimat ini yang kerap kali muncul untuk menjelaskanbahwa masyarakat harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk pendidikan yang dari Taman Kanak-Kanak TK hingga Perguruan Tinggi PT semua menetapkan tarifyang sangat mahal, membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidakbersekolah bahkan banyak yang beranggapan bahwa orang miskin tidak boleh untuk masuk TK dan SDN saja butuh biaya mulai dari 500 ribu sampai 1 banyak juga yang mengambil tarif lebih dari 1 juta. Untuk di tingkat SMP/SMA bisamencapai 1 juta hingga 5 juta. Semakin mahal biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas darikebijakan pemerintah yang menerapkan MBS Manajemen Berbasis Sekolah. MBS diIndonesia kenyataannya diartikan sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karenaitu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkanadanya unsur pengusaha mempunyai jangkauan modal yang lebih besar. Hasilnya,setelah Komite Sekolah dibentuk, segala pungutan uang sekolah selalu berkedok, "sesuaikeputusan Komite Sekolah". Namun, pada realisasinta, mereka tidak transparan, karena yangdipilih menjadi pengurus Komite Sekolah adalah orang-orang yang notabene dekat denganKepala Sekolah. Komite Sekolah tidak memiliki peran yang kuat, mereka hanya menjadiorang yang membenarkan kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi pembenardari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Kondisiini diperburuk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan RUU BHP. Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memilikikonsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan tersebut Pemerintahdengan mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepadapemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubahmenjadi Badan Hukum Milik Negara BHMN. Munculnya BHMN dan MBS adalahbeberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri mempunyaidampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi PUSTAKAKi Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, 1889 - 1959menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu Pendidikan umumnya berarti daya upayauntuk memajukan budi pekerti karakter, kekuatan bathin, pikiran intellect dan jasmanianak-anak selaras dengan alam dan Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, pendidikan adalah prosespengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang di usaha mendewasakanmanusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan memberi pengaruh yang paling mendasar bagi manusia dalammeningkatkan kualitas hidup, dan mengembangkan sosial. Pendidikan diartikan sebagaiusaha yang secara sistematis dan mendukung untuk menyalurkan, mendapatkan ilmupengetahuan, perilaku, skill, maupun perasaan, sebaik hasil yang di dapatkan dari usahatersebut Lawrence A. Cremin, 1997, pp 135-135. Dari penjabaran definisi tersebut dapatdisimpulkan bahwa pendidikan sangatlah perperan penting dalam kehidupan manusia. Di Indonesia, pendidikan formal dibagi menjadi empat tahap, yaitu sekolah dasarSD, sekolah menengah pertama SMP, sekolah menengah atas SMA dan perguruantinggi. Tujuan utama sekolah dasar adalah membangun fondasi awal untuk kecerdasan,pengetahuan, perilaku dan skill untuk hidup mandiri dan mendapatkan pendidikanselanjutnya. Berdasarkan Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional menunjukan AngkaPartisipasi Murni APM untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4% 28,3 jutasiswa. Dan kemudian pada tahun 2003 menunjukkan bahwa dari SD di Indonesiaternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori ThePrimary Years Program PYP. Hal ini menunjukkan kualitas pendidikan di Indonesia saatini sangat memprihatinkan. Salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesiaadalah mahalnya biaya pendidikan itu sendiri. Pada tahun ajaran baru, biaya yang harus di keluarkan untuk sekedar masuk sekolahdasar swasta di berbagai wilayah bisa mencapai 10 juta. Dapat dibayangkan betapa mahalbiaya tersebut, menyadari bahwa hampir separuh penduduk Indonesia ada di tingkat ekonomirendah dan hal ini yang mendasari mereka tidak mempunyai keinginan kuat untukmelanjutkan pendidikan membutuhkan biaya yang sangat tinggi, sekalipun pihak sekolahtelah menerima dana BOS Biaya Operasional Sekolah tidak berarti semua fasilitas dapatterpenui, khususnya bagi masyarakat miskin. Dari total 100 persen siswa sekolah dasar hanya 61 persen yang melanjutkan ketingkat sekolah menegah pertama, bahkan dari jumlah tersebut lanjutnya hanya 40 persensiswa yang melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Keadaan ini tentunya harussegera diatasi dengan memeberiakn jaminan hingga ke perguruan tinggi. Keadaan initentunya harus segara diaatsi dengan memeberiakn jaminan pendidika bagi setiap adanya jaminan pendidikan ini. Dirinay menagtakan, anak tidak akan mengalamiputus sekolah karena tingginya biaya pendidikan ke perguruan PENELITIANJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Menurut LehmanYusuf, 200583 penelitian ini merupakan suatu penelitian yang bertujuan untukmendiskripsikan suatu masalah atau persoalan secara sistematis, faktual dan akurat sertauntuk menggambarkan fenomena secara detail. Pengambilan sampel dilakukan kepada 25orang secara acak di lingkungan wilayah Kelurahan Kalicacing, Salatiga. Random sampling, jumlah sampel sebanyak 25 orang. Jenis data yang digunakandalam penelitian ini adalah data interval, saya menggunakan data primer yaitu dari wargasekitar dan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis datamenggunakan presentase yang dikemukakan oleh Sudijono 201043 seperti berikut P = x 100Keterangan P = tingkat presentase jawaban responden F = frekuensi jawaban yang di cariN = jumlah responden yang di jadikan sampel HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIANDari penelitian yang dilakukan terdapat beberapa dampak dari mahalnya biaya pendidikan a. Lemahnya Sumber Daya ManusiaPendidikan sangat berpengaruh pada perkembangan dan standar sumber dayamanusia untuk mengembangkan Indonesia kearah yang lebih baik kedepannya. Daripenelitian yang saya lakukan, lemahnya sumber daya manusia menjadi dampak yangpaling berpengaruh terhadap masyarakat. Hal ini di tunjukkan dengan prosentaseyang di dapatkan yaitu 60%. b. Lemahnya Taraf Ekonomi MasyarakatPendidikan memiliki daya dukung yang representatif atas pertumbuhan prosentase tertinggi kedua adalah lemahnya taraf ekonomi masyarakatyaitu 40%.c. Kurangnya Kesadaran Masyarakat akan KesehatanSemakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin sadar akan pentingnyakesehatan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan merupakan dampakketiga dari mahalnya biaya pendidikan dengan prosentase 25%.KESIMPULAN DAN SARAN Dilihat dari analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan mengenaidampak mahalnya biaya pendidikan a. Lemahnya Sumber Daya ManusiaDalam usaha pengembangan Sumber Daya Manusia salah satu sektor strategisadalah sektor pendidikan. Hal ini memberikan peran yang sangat besar untukmenentukan kualitas dan standar SDM di Indonesia untuk membangun Indonesiamenjadi lebih baik di kemudian hari. SDM menjadi elemen yang terlibat secaralangsung dalam dunia pendidikan, pihak yang paling merasakan semua dampakbaik itu dampak yang baik maupun buruk dari perubahan yang terjadi pada sektorpendidikan adalah pelajar. Termasuk di dalamnya adalah biaya pendidikan yangmahal tidak sesuai dengan mutu atau kualitas serta output pendidikan pengangguran bisa juga disebabkan karena mereka tidak mampumembayar biaya pendidikan dan memutuskan untuk putus Lemahnya Taraf Ekonomi MasyarakatPendidikan memiliki daya dukung yang representatif atas pertumbuhan ekonomi,hal ini bisa di lihat dari peningkatan pendapatan yang di dapat dari produktivitaskerja seseorang. Peningkatan pendapatan ini juga berpengaruh pada pendapatannasional negara yang bersangkutan. Pendidikan memiliki peran yang sangatpenting dalam penyediaan tenaga kerja, maka haruslah ada perencanaan yangmatang pendidikan. Permasalahan yang dihadapi adalah jarangnya ekuivalensiyang kuat antara pekerjaan dan pendidikan yang Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan KesehatanSemakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi pula kesadaranseseorang tentang seberapa pentingnya kesehatan bagi masyarakat. Pada jenjangpendidikan tinggi, peran pendidikan sangat sentral dengan menghasilkan output-output yang berkontribusi mengubah pengetahuan kepada masyarakat dalammeningkatkan kesadaran masyarakat akan arti penting kesimpulan tersebut, saran yang saya berikan yaitu Pemerintah sebagai lembaga yang mempunyai peran sangat besar harus lebih aktifdalam pengalokasian dana dalam bidang pendidikan. Anggaran pendapatan nasionalAPBD yang telah dianggarkan harus tepat sasaran dan bersifat transparan. SelainAPBD beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh sekolah serta orang tua dalammengatasi masalah tingginya biaya pendidikan yaitua. Orang tua, sekolah, dan pemerintah harus bekerja sama dalam berbagai aspekyang berhubungan dengan pendidikan. b. Dalam urusan pembiayaan atau pendanaan, pihak sekolah harus memberikansikap terbuka atau transparan kepada orang tua Komunikasi yang terjalin baik antara pemerintah sekolah dan orang PUSTAKAKartasasmita, G. 1996. Pembangunan Untuk Rakyat Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta CIDESNawawi, H. 1989. Administrasi Pendidikan, Jakarta Mas AgungSastrosoenarto, H. 2006. Menuju Visi Indonesia 2030. PT Gramedia Pustaka Utama JakartaSidarta, M. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta PT Rineka CiptaTodaro, P., Michael, Smith, Steven. Pembangunan Ekonomi Edisi Kesembilan. Erlangga 2001. Indonesia Human Development Report 2001Towards a New Consensus Democracy and Human Development in Indonesia. Diunduh pada M. 2009. Masalah pendidikan di Indonesia. Diunduh pada J. 2011. Human Development Research Paper 2011/01 The HDI 2010 New Controversies, Old Critiques. Diunduh pada 2010. Penyebab mahalnya biaya sekolah. Diunduh dari E. 2010. Permasalahan pendidikan di Indonesia. Diunduh dari A. 2008. Mahalnya pendidikan di Indonesia. Diunduh pada Rahman, Y. N. 2010. mutu dalam mahalnya biaya pendidikan. Diunduh pada A. Muri. 2005. Metodologi Penelitian. PadangUNP Press. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
Alasannyabiaya sekolah mahal. Sebuah alasan klasik, berkisar itu-itu saja dari tahun ke tahun. KEADAAN demikian memang sebuah elegi sekaligus menjadi ironi yang memprihatinkan, sebab bangsa ini
Foto Pekerja mengukur kain impor yang berasal dari Cina di kawasan pusat teksil di Jakarta, Selasa 2/8/2022. CNBC Indonesia/Tri Susilo Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang pemutusan hubungan kerja PHK menghantam industri alas kaki sepatu serta tekstil dan produk tekstil di dalam negeri TPT. Tak hanya oleh perusahaan eksportir, tapi juga termasuk industri TPT yang berorientasi pasar dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara KSPN Ristadi mengungkapkan, salah satu penyebabnya adalah serbuan produk impor, termasuk barang asal China. Yang murah dan massif menggerus pasar di dalam negeri."Kain katun impor China hanya dibanderol per meter, sementara kalau diproduksi lokal jadinya per meter. Nggak habis pikir memang gimana cara mereka China menghitung biayanya," kata Ristadi kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat 9/6/2023. Lalu, apa penyebabnya barang China murah? Ristadi pun mengungkapkan penyebab barang China bisa murah- Efisien"Tak hanya dari segi upah, biaya di China itu memang lebih efisien. Mulai dari pelayanan, insentif, harga energi, sampai infrastruktur yang tentu berdampak ke cost juga. Perizinan kita memang sudah mengarah ke sana ya, lebih efisien," cetusnya."Ini membuat biaya produksi di sana bisa jauh lebih murah," kata Kebijakan upahRistadi mengatakan, ada salah kaprah soal kebijakan pengupahan di dalam negeri. Yaitu, soal upah minimum." Dsini ada salah kaprah soal upah minimum, dianggap sebagai upah maksimum. Perusahaan seolah, penting sudah mengikuti aturan. Akibatnya, pekerja yang baru masuk dan yang sudah puluhan tahun bekerja, upahnya sama," kata Produktivitas pekerjaKarena itu, lanjut Ristadi, meski tak bisa menyalahkan sepenuhnya, kebijakan pengupahan juga berdampak pada produktivitas pekerja."Tapi memang ada lah pengaruh attitude dan lingkungan juga terhadap produktivitas pekerja. Karena pekerja merasa mau rajin atau tidak, gajinya sama," tambahnya, produktivitas pekerja China dan Indonesia memang tak bisa dibandingkan begitu saja."Kalau pekerja China itu memang seperti nggak ada capeknya. Dan, saya pernah kunjungan pabrik, ada pekerja China dan lokal, cara masang batanya itu memang beda," pun bercerita ketika ada protes kepada perusahaan yang memberi upah lebih besar kepada pekerja China."Jawabnya, 1 pekerjaan yang ditangani pekerja China, ditangani 2 orang oleh lokal. Bukan merendahkan, tapi faktanya begitu. Misalnya 1 tim anggotanya 10, yang jadi mandornya itu 7 orang. Jadi memang, ya itu, ada pengaruh attitude terhadap produktivitas," Kualitas pekerjaRistadi berharap pemerintah mengevaluasi kebijakan-kebijakan terkait upah minimum. Dan, memacu peningkatan kualitas pekerja Indonesia melalui pendidikan katanya, memacu kualitas dan tingkah laku attitude pekerja Indonesia memang membutuhkan peningkatan lebih baik. Dengan begitu, bisa lebih bersaing dengan pekerja China, maupun karyawan dari negara lain."Apalagi, sekarang itu ada tren baru. Karyawan sekarang banyak yang hanya tahan kerja 1-3 bulan, gampang capek, produktivitasnya jauh dengan angkatan 1990-2000-an. Capek dikit langsung sakit, besoknya nggak masuk," Gelombang PHKSeperti diberitakan sebelumnya, KSPN tengah memediasi proses PHK dan perumahan karyawan di 9 pabrik sepatu dan TPT nasional. Salah satunnya sudah rampung mediasi dan proses satu penyebab PHK adalah perusahaan ambruk karena dihajar barang impor yang murah, baik legal maupun tak hanya barang bekas atau ilegal, tapi juga legal dan bebas melenggang masuk Indonesia. Seperti kain dan tekstil, juga garmen asal itu, kata Ristadi, industri TPT kondisinya lebih rentan dan banyak yang ambruk. Sebab, perusahaan TPT banyak yang berorientasi pasar domestik dan tak memiliki modal."Serbuan produk impor ini sudah puluhan tahun kami serukan. Dan agar impor ilegal diberantas. Maraknya perjanjian perdagangan dan sejenisnya itu membuat serbuan impor semakin bebas. Akibatnya mematikan produsen di dalam negeri,"Terutama, dia menambahkan, barang impor seperti kain dan garmen asal China. Dia mengakui, barang China itu harganya memang lebih murah. Di saat bersamaan, industri di dalam negeri tengah ngos-ngosan akibat pembengkakan biaya itu, katanya, membuat pabrik di dalam negeri banting setir jadi importir kain."Ada perusahaan yang tadinya memasok kain ke perajin Batik di Pekalongan. Sekarang dia jadi pedagang saja, impor kain dari China. Ibaratnya dia maklon titip produksi di pabrik sana, impor ke sini, jual ke perajin batik di Pekalongan," katanya."Ada perusahaan yang dulu serikat pekerjanya anggota KSPN. Saya tak bisa sebut namanya karena mereka memang menolak disebut," ujar pasti, tuturnya, perajin batik di Pekalongan menyadari kain yang mereka beli dari perusahaan itu dan gunakan untuk membatik sudah berubah. Bukan lagi kain lokal, melainkan kain asal China."Perajin Batik tahu itu kainnya sekarang dari China dan menyadari memang itu sudah hukum pasar, barang murah dan bagus, itu yang dicari. Ini sudah jadi momok, lingkaran setan, kita sudah suarakan puluhan tahun," pabrik yang sedang dimediasi KSPN dalam proses PHK adalahLokasi Jawa Tengah1. Duniatex 3000-an pekerja dirumahkan ke arah PHK2. Agungtex Group 2000- an pekerja dirumahkan ke arah PHK3. PT Kabana efesiensi dirumahkan arah PHK 1200-an pekerja4. PT Pismatex pailit proses penyelesaian PHK pekerja5. PT Sae Aparel ribuan PHK karena relokasi Jawa Barat1. PT Pulaumas dirumahkan arah PHK 800-an pekerja2. PT Adetex 500-an pekerja dirumahkan proses Banten1. PT Nikomas PHK bertahap ribuan pekerja2. PT Chingluh 2000-an pekerja PHK. [GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya Misteri Barang China Bisa Murah Banget di RI Kini Terungkap dce/dce
HwZiltc. vv1u083m7a.pages.dev/243vv1u083m7a.pages.dev/91vv1u083m7a.pages.dev/185vv1u083m7a.pages.dev/98vv1u083m7a.pages.dev/123vv1u083m7a.pages.dev/295vv1u083m7a.pages.dev/216vv1u083m7a.pages.dev/235vv1u083m7a.pages.dev/292
penyebab mahalnya biaya pendidikan di indonesia